Resensi
Film Budi Pekerti
· Identitas Film
Judul : Budi Pekerti
Jenis Film : Drama, Keluarga, Pendidikan, Sosial
Sutradara : Wregas Bhanuteja
Produksi : Rekata Studio dan Kaninga Pictures
Pemain : Sha Ine Febriyanti, Dwi Sasono, Angga Yunanda, Prilly Latuconsina
Tahun : 2023
·
Sinopsis
Ketika
hidup 1 keluarga berubah drastis hanya karena video 20 detik, itulah kalimat
yang tertulis di deskripsi bio instagram official
film Budi Pekerti. Film yang berdurasi 110 menit ini menceritakan konflik
panjang akibat dari cyber bullying.
Pemicu awal terjadinya cyber bullying
yang dialami Bu Prani selaku guru BK yaitu karena terlibat adu mulut dengan
sesama pembeli putu yang sedang ramai. Bu Prani yang sedang terburu-buru kesal
dengan sorang pembeli yang main serobot antrian. Menurut Bu Prani hal itu
sangat tidak wajar akhirnya terjadi percecokan. Nasib buruknya banyak pembeli
lain yang memvideo tindakan Bu Prani dan
memviralkan di media sosial hanya karena sebuah kata yang dianggap
kasar. Para netizen beramai-ramai menghujat tindakan Bu Prani hingga merusak
citra baik beliau.
Akibat
viralnya Bu Prani berpengaruh kepada kehidupan keluarganya bahkan pekerjannya.
Anak-anaknya selaku content creator juga turut terlibat dalam permasalahan. Bu
Prani yang menjunjung kebenaran kekeh bahwa tindakannya benar dan netizen salah
paham. Beliau juga sempat melakukan video klarifikasi namun lawan beliau juga
melakukan klarifikasi hingga mengancam Bu Prani untuk dilaporkan ke pihak
berwajib.
Profesi Bu
Prani selaku guru BK juga tersorot media. Berkenaan dengan sebutan refleksi yang merupakan hukuman bagi
siswa yang melanggar aturan. Timbullah pro kontra tentang refleksi yang
diberikan Bu Prani terhadap siswanya. Hal tersebut semakin menyudutkan Bu
Prani. Anak-anaknya khawatir dengan Pak Didit atau ayahnya yang mengidap
penyakit mental bipolar jika mengetahui permasalahan berat yang dialami Bu
Prani. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Bu Prani dan anak-anaknya. Hingga
suatu hari Pak Didit menghilang berhari-hari dan seluruh keluarga panik.
Kembalinya Pak Didit membawa angin segar bagi Bu Prani. Namun, akhir cerita Bu
Prani tetap mengundurkan diri dari sekolah dan memutuskan untuk pindah rumah.
·
Kelebihan
Film Budi Pekerti dengan penggambaran latar
Yogyakarta sangat memberi kesan mendalam bagi penonton. Alur cerita yang dibuat
memang sangat related dengan keadaan netizen di media sosial,
sehingga dapat membius para penonton. Hal itu seharusnya semakin membuka pemikiran
para penonton untuk kurang-kurang dalam menghujat orang lain terutama di media
sosial. Selain itu akting Bu Prani yang luar biasa dalam mendalami karakter, tidak
bisa membayangkan apabila di posisi beliau betapa pusing dan lelah menjalani
kehidupan. Keadaan Bu Prani tersebut sebagai gambaran atas manusia yang viral
di media sosial kemudian terkena hujatan netizen yang belum benar faktanya.
Tertekan dari segala sudut, terutama mental. Netizen maha benar, maka
bijak-bijaklah dalam mengelola media sosial dan jari-jarimu.
·
Kekurangan
Film Budi
Pekerti menurut saya ditutup dengan ending
yang menguras emosi, namun masih menggantung dan terkesan kurang greget. Harapannya
bakal ada Budi Pekerti season dua
yang merupakan lanjutan dari kisah sebelumnya yang dirasa belum usai.

Komentar
Posting Komentar