Rasanya tidak lengkap, ibarat sayur tanpa garam apabila sebuah pertemuan tidak berlanjut perkenalan. Seorang gadis yang terlahir di kota bersinar. Kota yang diapit antara Yogyakarta dengan Solo. Gadis ini bernama panjang Nadiaaaaaaaaaaa. Oh tentu salah, bukan itu nama panjangnya, gadis dari Kota Lurik ini bernama Nadia Asih Syafira. Teman-teman, tetangga, masyarakat, orang tua terbiasa memanggil gadis tersebut dengan sebutan Nadia, Nad, Ya. Paling lucu, anak-anak bawah lima tahun di sekitar tempat tinggal gadis ini memanggilnya dengan Mbak Iya. Nadia Asih Syafira, Nadia saran nama dari Ibu yang dahulu suka sama artis dengan nama Nadia, memiliki arti nama denyut nadi, Asih (saran dari Kakek) memiliki arti belas kasih, Syafira (saran dari Ibu) memiliki arti musyafir. Orang tuanya memberi nama Nadia Asih Syafira dengan maksud dan harapan supaya anak perempuannya kelak dimanapun anaknya berada terus memiliki rasa belas kasih dan saling menyayangi terhadap sesama yang terus melekat di dalam diri sang anak. Ya tentu, gadis ini adalah saya sendiri.
Saya sekarang berusia 20 dikurangi 1. Lahir pada 24 Mei 2004, gagal lahir di tanggal cantik. Seharusnya 24-04-2004, tapi apa boleh buat, tuhan menakdirkan saya lahir di bulan Mei. Tidak ada yang unik dari saya, hanya saya kalau lagi capek fisik capek batin saya bersih-bersih kos. Mulai dari menyapu, mengepel lantai, hingga menata barang-barang kos. Aneh memang, setelah itu capek saya akan hilang, semacam rasa puas itu menyeruak di dalam diri saya. Terkadang setelah bersih-bersih saya suka senyum-senyum sendiri karena merasa bahagia.
Gabung organisasi dan kepanitiaan menjadi hobi saya. Tugas menumpuk, jadwal rapat dan pertemuan padat tetap saya jalani meski sambil mengeluh sama sahabat saya. Kalau saya mengeluh, "aduh capek rapat", terus paginya saya gabung kepanitiaan baru lagi jangan heran. Capek berarti ingin gabung lagi dan lagi. Saya sering gabung organisasi maupun kepanitiaan itu di hari terakhir pendaftaran ditutup. Karena saya harus menimang-nimang dengan betul, akibat atau konsekuensi yang bakal saya dapat dari organisasi. Kalau ditanya, “Nadia ga capek kah?” Jawabannya pasti capek, tapi rasanya itu kalau kita menjalani sesuatu yang kita sukai,capek itu tidak akan terasa, yang ada hanya jalani, jalani, dan happy. Alasan saya suka berorganisasi selain menambah pengalaman, saya juga senang bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang.
Satu hal lagi, jangan kaget lagi sama saya, kalau lihat saya bawa barang serba merah jambu. Botol minum, tempat makan, piring, gagang pisau, tas berwarna pink. Terkadang jika belanja di toko aksesoris, ditanya "kenapa beli ini?" Saya pun menjawab, "karena warnanya pink." Beli sabun mandi warna pink, beli minyak wangi botol pink. Kalau tidak full semua pink, pasti salah satu bagian barang itu ada unsur pink-nya. Tapi itu tidak berlaku ketika saya belanja baju, saya justru sangat menghindari warna pink, karena saya sadar diri pink tidak cocok untuk kulit saya yang sawo matang berhari-hari.
Berlanjut ke alasan saya memilih pendidikan, karena pada dasarnya saya suka hal yang berbau pendidikan. Saya gemar berbaur degan anak-anak kecil berbagai usia, senang berinteraksi dengan mereka. Karena menurut saya, malaikat kecil dari tuhan itu sosok yang bahagia dengan nyata tanpa pura-pura. Malaikat kecil yang banyak senyum tanpa beban. Itulah mengapa saya suka berada di sekitar mereka, karena getaran bahagia mereka mampu terasa pada diri saya. Hingga membuat perasaan saya hanya ada bahagia, bahagia, dan bahagia.
Penutup deskripsi diri dari saya, salah satu motivasi yang terus saya pegang dan saya terapkan yaitu, jangan pernah lelah untuk berbuat kebaikan dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Karena kita tidak akan pernah tahu kebaikan mana yang akan menolong kita suatu hari nanti. Ikhlas dalam menolong jangan mengharapkan apa-apa, hari ini menolong orang besok lupakan. Tapi sebaliknya, jika kita ditolong orang jangan pernah lupa meski orang itu sudah jahat kepada kita. Pantun penutup dari saya,
Pergi ke Malioboro bersama Nawaf
Tak lupa mengajak Ratih
Kurang lebihnya mohon maaf
Cukup sekian dan terima kasih
Mau berkenalan lebih lanjut? Follow our sosmed
Instagram @nadiasya24_
Facebook Nadia Asih Syafira

Komentar
Posting Komentar