Muara
Dama
(Nadia Asih Syafira)
Ibu...
Setetes air mata jatuh
Lambang cinta kasihmu
Belaian lembut tanganmu
Membekas di muka tubuhku
Merasuk hingga relung kalbu
Ibu...
Rapalan doamu setiap malam
Menembus bumantara temaram
Sajadah menjadi saksi bisu
Dinding menjadi saksi bisu
Tangisan pilu di setiap doamu
Ibu...
Maafkan anakmu
Bilamana pisau itu
Tak sengaja melukai hatimu
Bilamana duri itu
Tak sengaja menancap di hatimu
Bagai ikan tanpa air
Begitupun jiwaku ‘kan mati
Pintaku padamu Tuhan
Sehatkan tubuhnya
Panjangkan umurnya
Izinkan aku mengangkat derajatnya
keren bgt loh kak nadia puisi2 nyaa
BalasHapus